Pages - Menu

▼

Rabu, 30 Agustus 2017

1.7 Semua anak adalah Bintang (10th Day): Makna sebuah Pelukan

Hari ini, salah seorang sahabat saya curhat pada saya padahal saya orangnya jutek lhoo, hehhe. Disini saya belajar untuk menghadirkan hati saya untuk mendengarkan, menerima dan memahami perasaan sahabat saya. Sungguh, hingga kini saya masih belajar untuk "mendengarkan", suatu skill yang terus saya asah dari hari ke hari. Saya ingin mampu menghadirkan hati saya bagi mereka yang perasaannya ingin diterima, didengarkan dan dimengerti.
Kembali lagi kepada sahabat saya, saya berusaha merasakan apa yang dia rasakan, saya persilahkan dia untuk menangis dan saya pun menyandarkan kepala sahabat saya di bahu saya. Saya persilahkan dia untuk meluapkan segala emosinya. Setelah dia selesai dengan emosinya, saya beri jeda untuknya. "Terimakasih ya Mbak", kata dia... MasyaAllah, sungguh bahagianya hati saya melihat senyum yang mengembang di wajah manis sahabat saya. InsyaAllah pundak saya masih ada untuk mu bersandar duhai adik ku yang tercantik...


#HariKe-10
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (9th Day): Bounding

Akhir-akhir ini saya cukup tergelitik dan penasaran tentang bagaimana cara menciptakan dan merekatkan bonding dengan orangtua, pasangan maupun anak. Dan seakan Allah menjawab kegelisahan saya, malam hari ini saya membaca salah satu tulisan yang diposting oleh Ust. Aad. Inti dari tulisan Ust. Aad yang saya tanggap yakni pada dasarnya bounding itu terjadi ketika ada penerimaan dan keikhlasanuntuk menerima sesuatu atau seseorang. Tentunya ketulusan dan keikhlasan ini harus terjadi pada kedua belah pihak sehingga akan terjadi penyatuan hati. Kini, saya akan belajar untuk tulus dan ikhlas menerima oranglain, bismillah, biidznillah fa InsyaAllah.
#HariKe-9
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (8th Day): Lukisan terindah

Weekend kali ini saya pergunakan untuk menikmati semilir angin di sore hari. Bermuhasabah dan mengagungkan asma-Nya. Sejak saya kecil, saya sangat menyukai gunung, hamparan tanaman dan semilir angin. Dari alam, saya belajar tentang keagungan dan kekuasaan Allah. Saya ingin bisa lebih sering menikmatinya, karena inilah salah satu cara untuk mengingat Sang Pencipta, berharap diri yang berlumur dosa ini dimampukan Allah untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi, agar peringai saya lebih lembut dan semakin memaknai anugrah hidup ini.



#HariKe-8
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


1.7 Semua anak adalah Bintang (7th Day): Belajar dari Segelas Air

Hari ini cuaca cukup panas, membuat saya senantiasa ingin minum. Hari ini saya begitu haus, bahkan saking hausnya, astaghfirullah sempat pula tadi saya minum sambil berdiri. Padahal adab minum adalah dengan duduk. Saya merasa tertampar, ternyata saya harus belajar adab dengan lebih tekun lagi. Setelah moment kelupaan minum sambil berdiri, saya menjadi lebih hati-hati. Sering terpikir oleh saya, bagaimana saya akan melaksanakan sunnah Nabi jika sunnah yang sederhana seperti makan saja terkadang saya kelupaan minum sambil berdiri atau makan kerupuk dengan tangan kiri. MasyaAllah, hari ini saya belajar dari segela air. Betapa Allah lah Murobby bagi alam semesta dan semua makhluknya. Kini, saya makin bertekad untuk memperbaiki adab makan saya sesuai dengan sunnah dan adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, InsyaAllah.


#HariKe-7
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (6th Day): Organizer

Setelah sakit kemarin, Alhamdulillah hari ini mulai beraktivitas seperti biasa. Hari ini kerjaan cukup banyak, jadi hari ini saya belajar untuk mengoranisir agar pekerjaan saya bisa tuntas. Tugas mengorganisir memang menjadi sesuatu yang cukup menantang bagi saya. Dimana saya harus bergelut dengan waktu dan prioritas dari job list saya. Saya harus mampu mengoptimalkan waktu yang ada dan menyelesaikan pekerjaan dengan skala prioritas yang cukup. Meski pada kenyataannya, tadi pekerjaan saya sempat ada yang kacau karena kesalahan time management yang saya lakukan, namun saya bersyukur karena semua job list saya Alhamdulillah mampu saya selesaikan. Bagaimanapun, mengorganisir sesuatu memang cukup menantang bagi saya terutama ketika saya belum menemukan “klik” nya.

#HariKe-6
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP

Minggu, 27 Agustus 2017

1.7 Semua anak adalah Bintang (5th Day): Medicine

Hari pertama di minggu ini, qodarullah sinusitus dan rhinitis alergi saya kambuh. Dan hari ini adalah pertama kalinya saya ke dokter THT sedangkan rekam medis saya masih di rumah. Berhubung saya tidak membawa rekam medis saya, maka dokter menanyakan thretment obat yang pernah saya dapatkan dari dokter saya sebelumnya. Saya pun menyebutkan nama-nama obat yang pernah saya dapatkan, dan tentunya hanya seingat saya, karena saya bukan orang farmasi, hehehe. Alhamdulillah beberapa nama obat, baik obat oral maupun nasal spray mampu saya sebutkan. Oya, saya menyukai seluk beluk obat, mungkin karena dari kecil saya memang akrab dengan rumah sakit dan obat kali ya... hehehehe. Setiap obat yang saya dapatkan, saya selalu tanya kepada dokter apa fungsinya, efek sampingnya, dll. I like all about medicine. Dan Alhamdulillah untuk mengasah pengetahuan saya tentang obat, saat ini saya mengikuti KulWAP yang diampu oleh seorang apoteker yang saya kenal dari FB.  

#HariKe-5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (4th Day) : Taman Surga

Sejak tadi malam, saya sibuk mencari info kajian. Bagi saya, hari Minggu adalah  moment untuk menyalurkan kegemaran saya, yakni belajar. Dan sesuai dengan milestone belajar saya, tahun ini masih mempelajari tentang All about Family Management and Parenting, fokus pada 2 materi ini dulu. Setelah menjelajah informasi kesana-kemari, alhamdulillah saya mendapat info kajian tentang FBE series yang akan disampaikan oleh Ust.Aad. Suatu rejeki bagi saya yang semenjak beberapa bulan yang lalu sudah merindukan moment dimana saya dapat belajar secara langsung kepada Ust. Aad. Materi kali ini membahas tentang “Membangun Fitrah Peradaban”... Bicara tentang peradaban, maka akan banyak bicara soal ayah. Materi yang paling terkesan bagi saya adalah perbedaan amir dan imam, perbedaan keluarga dan organisasi. Suatu kebahagiaan bagi saya  ketika Allah mengetuk hati saya untuk hadir di majelis ilmu. Mendapat ilmu baru, teman baru, semangat baru dan semoga juga mendapat ridho dari Allah. Inilah bagian dari Taman Surga yang wanginya semerbak.

#HariKe-4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (3th Day): Childhood

Akhir pekan, suatu hari dimana saya bisa menikmati perjalanan pulang dari kantor ditemani semburat mentari yang tengah menuju ke perduannya. Sesampainya di depan kosan, riuh tawa anak-anak menyambut kepulangan saya. Canda tawa yang selalu saya rindukan. Celoteh manja mereka yang tengah antusius dengan apapun di sekitar mereka, menyadarkan saya bahwa fitrah belajar itu nyata adanya Allah anugrahkan untuk setiap hambanya. Saya selalu merindukan akhir pekan, dimana saya dapat bertemu dengan mereka yang, insan suci (belum mukallaf) yang selalu menghadirkan berbagai hikmah kepada saya. Lantaran mereka, Allah mengajarkan kepada saya tentang fitrah yang masih suci, tentang kasih, tentang sayang bahkan tentang kesabaran. Saya berharap bahwa kedepannya Allah memberikan saya kesemaptan untuk lebih intens berinteraksi dengan anak-anak. Sekarang pun saya makin gemar mempelajari ilmu parenting sebagai bekal untuk mendampingi mereka ketika saat itu tiba.


#HariKe-3
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

1.7 Semua anak adalah Bintang (2nd Day): Self Discover

Setelah kemarin menikmati moment libur, hari ini saatnya Ida kembali ke rutinitas ranah publik. Hari ini hari Jum’at, saya selalu berharap bahwa hari Jum’at akan menjadi hari yang pendek bagi saya, hehehe. Dan jam makan siang adalah saat yang paling menyenangkan bagi saya, mengapa? Karena pada saat jam makan siang lah saya yang cenderung “introvert” bisa mencoba berbaur dengan para rekan kerja saya. Saat makan bersama inilah saya yang banyak “diam” bermetamorfosa menjadi sosok yang super cerewet, hehehehe. Saya suka membaur, saya pun suka berbagi cerita tentang banyak hal. Tapi entah mengapa pada sisi yang lain, saya jauh lebih tentram ketika saya “tak banyak bicara”. Bagaimanakah saya yang sebenarnya? Inilah yang masih terus saya cari, seasyik menikmati “keceriaan” dan “ke-diam-an” yang nyaris tiada hijab. Dan sampai kini, saya masih harus mengenali diri saya sendiri.


#HariKe-2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

1.7 Semua Anak adalah Bintang (1st Day): Merdeka

Assalamu’alaikum. Dirgahayu Republik Indonesia..... “MERDEKA”.
Bicara tentang merdeka, apa arti MERDEKA bagi para Bunda Pembelajar? Kalau versinya Ida, merdeka itu itu ketika Ida bisa menemukan kekuatan Ida serta mempunyai ruang, kesempatan, dan faktor-faktor lain yang mendukung Ida untuk terus mengasah dan memaksimalkan potensi Ida demi kebermanfaatan Ida. Dan salah satu ikhtiar agar Ida dapat bermanfaat bagi sesama, Ida senang bersilaturahim kepada saudara maupun silaturahmi kepada teman dan sahabat. Seperti pagi ini, Ida berniat bersilaturahmi kepada teman baru Ida yang tinggal di Pondok Gede dan salah satu moda transportasi umum yang paling cocok untuk menuju kesana adalah dengan naik busway, ini adalah pertama kalinya Ida naik busway dan Ida pun belum pernah ke Pondok Gede sebelumnya.  Ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Ida, “mengunjungi tempat baru dengan cara yang baru pula”, eeeaaa. Mulai dari cek lokasi di g-map, cek rute busway untuk mengetahui koridor busway yang sampai ke Pondok Gede, menentukan halte naik dan turun dari busway, mencari informasi prosedur naik busway dan juga menghitung estimasi waktu perjalanan. Oh ya, ternyata tidak ada busway yang berhenti di Pondok Gede, sehingga Ida memilih halte busway terdekat dari Pondok Gede yakni di halte Pinang Ranti dengan naik busway koridor 9 dan Ida naik dari halte Grogol 2. Ini adalah pertama kalinya Ida ke halte Grogol 2, dan sesampainya di halte Grogol 2 Ida membeli kartu busway lantas menikmati manfaat tap and pass card ini. Khusus untuk hari ini, ada gratis naik busway lhoo, Alhamdulillah. Meski sempat salah antri koridor busway di halte Grogol 2, namun Alhamdulillah Ida sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Kedepannya, Ida ingin menjelajahi tempat-tempat baru lagi dengan mode transportasi umum yang lainnya. Mengapa Ida memilih mode transportasi umum? Karena inilah langkah nyata dari Ida untuk mengurangi kemacetan serta saat naik transportasi umum Ida dapat bertemu dengan orang-orang baru yang InsyaAllah semoga Ida dapat mengambil pelajaran dari setiap  pertemuan ini karena semua orang adalah  guru, dalam setiap kejadian  terdapat hikmah dan dimanapun kita berada, itulah bumi Allah tempat kita menimba ilmu.


#HariKe-1
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga