Alhamdulillah challenge 10 hari pada materi Komunikasi Produktif sudah berhasil saya laksanakan. Tapi bukan berarti challenge saya berhenti sampai disini, justru inilah pijakan awal saya untuk terus menantang diri melakukan komunikasi produktif yang target saya adalah menjadikan komunikasi produktif sebagai sebuah habit (biidznillah fa Insyaallah). Dan paling tidak saya masih butuh 2,5 bulan kedepan untuk terus melatih diri saya.
Awalnya ketika saya belum mengenal komunikasi produktif ini, saya merasa sering salah ngomong yang tidak jarang membuat perasaan saya carut marut karena result dari komunikasi tidak seindah ekspektasi saya. Hal ini pula yang (mungkin) membuat saya menjadi pribadi yang lebih banyak diam meskipun kalau udah berani ngomong kadang lupa ngerem, nyrocos mulu (tutupin muka deh).
Challenge ini bener-bener seru buat saya, tiada hari tanpa mengorek kesalahan diri. Dan betapa terkejutnya saya bahwa ternyata kegelisahan saya selama ini salah satu faktornya adalah buruknya komunikasi saya terhadap diri sendiri, mulai dari pemilihan diksi yang buruk hingga program sakit yang tanpa saya sadari menjadi kebiasaan saya selama ini. Jadi di tantangan awal ini saya lebih fokus memperbaiki selftalk saya. Hasilnya? Alhamdulillah kini saya merasa lebih damai dengan takdir saya, saya merasa lebih bahagia dan badan saya pun terasa lebih sehat. Yang pasti, kini saya juga merasa lebih optimis. Mood saya juga lebih terkendali. Komunikasi saya dengan orang-orang di sekitar saya pun jadi makin asyik.
Kini saya merasakan betapa suatu kalimat bahkan kata dapat memberikan energi dan pengaruh yang cukup banyak bagi diri saya. Dan kini saya makin tertantang untuk terus mengupgrade cara berkomunikasi saya. Dengan terus mengamati, merasakan, memaknai dan kemudian mengoreksi komunikasi saya dalam 1 hari. Kini saya tahu apa saja indikator yang sudah saya lakukan maupun saya langgar dalam 1 hari.
Terimakasih untuk para Bunda Fasilitator, para Bunda Admin serta teman-teman IIP yang sudah saling support. Dan tidak lupa terima kasih juga untuk diri saya pribadi yang masih banyak koreksi serta kepada saudara serta teman-teman yang sudah jadi partner untuk mengasah kemampuan komunikasi saya.
Perbaiki cara berkomunikasi, langkah awal perbaiki hidupku.
Berkomunikasi Produktif, pijakan awal mengupgrade kualitas diri.
#Komunikasi Produktif
#Bunda Sayang
#IIP
Awalnya ketika saya belum mengenal komunikasi produktif ini, saya merasa sering salah ngomong yang tidak jarang membuat perasaan saya carut marut karena result dari komunikasi tidak seindah ekspektasi saya. Hal ini pula yang (mungkin) membuat saya menjadi pribadi yang lebih banyak diam meskipun kalau udah berani ngomong kadang lupa ngerem, nyrocos mulu (tutupin muka deh).
![]() |
| Choose your words, because Words represent the way you think |
Challenge ini bener-bener seru buat saya, tiada hari tanpa mengorek kesalahan diri. Dan betapa terkejutnya saya bahwa ternyata kegelisahan saya selama ini salah satu faktornya adalah buruknya komunikasi saya terhadap diri sendiri, mulai dari pemilihan diksi yang buruk hingga program sakit yang tanpa saya sadari menjadi kebiasaan saya selama ini. Jadi di tantangan awal ini saya lebih fokus memperbaiki selftalk saya. Hasilnya? Alhamdulillah kini saya merasa lebih damai dengan takdir saya, saya merasa lebih bahagia dan badan saya pun terasa lebih sehat. Yang pasti, kini saya juga merasa lebih optimis. Mood saya juga lebih terkendali. Komunikasi saya dengan orang-orang di sekitar saya pun jadi makin asyik.
Kini saya merasakan betapa suatu kalimat bahkan kata dapat memberikan energi dan pengaruh yang cukup banyak bagi diri saya. Dan kini saya makin tertantang untuk terus mengupgrade cara berkomunikasi saya. Dengan terus mengamati, merasakan, memaknai dan kemudian mengoreksi komunikasi saya dalam 1 hari. Kini saya tahu apa saja indikator yang sudah saya lakukan maupun saya langgar dalam 1 hari.
![]() |
| Setelah menyelesaikan tantangan 10 hari, Alhamdulillah saya mendapatkan badge tantangan komunikasi produktif . Semangat untuk tantangan selanjutnya☺ |
Terimakasih untuk para Bunda Fasilitator, para Bunda Admin serta teman-teman IIP yang sudah saling support. Dan tidak lupa terima kasih juga untuk diri saya pribadi yang masih banyak koreksi serta kepada saudara serta teman-teman yang sudah jadi partner untuk mengasah kemampuan komunikasi saya.
Perbaiki cara berkomunikasi, langkah awal perbaiki hidupku.
Berkomunikasi Produktif, pijakan awal mengupgrade kualitas diri.
#Komunikasi Produktif
#Bunda Sayang
#IIP


Tidak ada komentar:
Posting Komentar