Pages - Menu

▼

Rabu, 22 Februari 2017

KomunikasiProduktif12: «««SelfTalk»»»

Masih berpacu, menantang diri saya untuk mempraktekkan komunikasi produktif. Dan ini, untuk kesekian kalinya saya mengoreksi cara komunikasi saya terhadap diri saya pribadi.
Qodarulloh selama ini saya punya beberapa alergi. Biasanya ketika saya akan berinteraksi dengan alergen saya, saya bilang "gapapa lah deket-deket sama alergen, paling cuma alergi dan aku udah siap kalau alergiku kumat". Dan belakangan baru saya ketahui bahwa kata-kata seperti ini merupakan negative selftalk dan "program sakit" yang sudah saya ciptakan jauh-jauh bahwa saya akan kena alergi. Efeknya? Saya beneran kena alergi yang membuat saya harus meetup dengan dokter spesialis saya 2 sampai 3 kali pertemuan (tergantung dari tingkat alerginya juga). Selain dari "program sakit" yang saya buat, ternyata sikap saya yang marah, menolak, dan memerangi alergi saya justru membuat alergi saya bertahan lama, saya merasa begitu payah & tersiksa ketika alergi saya kambuh.
Maka 2 hari yang lalu ketika saya akan berdekatan dengan alergen saya, saya katakan pada diri saya "Insyaallah saya kuat, alergi saya gak akan kumat". Hasilnya? Alergi saya tetap kumat tapi Alhamdulillah tidak separah biasanya. Yang biasanya saya segera ke RS, alhamdulillah di hari kedua ini saya masih bisa menahan diri saya untuk ke RS. Selain positive selftalk, saya juga belajar berdamai dengan alergi saya, saya belajar untuk pasrah pada Allah dan ikhlas dengan apa yang saya jalani sekarang. Alhamdulillah kini saya bisa menikmati kambuhnya alergi saya dan pikiran saya pun terasa ringan, gejalanya pun tidak separah biasanya.
»»»
Bagaimana selftalk bisa mempengaruhi tubuh kita? Pada kasus saya ini khususnya pada kesehatan ya. Ini opini saya tentang pengaruh selftalk terhadap kesehatan.
Penelitian Dr.Masaru Emoto yang ditulis dalam buku "The Hidden Message in Water" membuktikan keajaiban air. Apa hubungannya dengan air? Karena sejauh yang saya tahu, 70% komponen tubuh kita terdiri dari cairan. Penelitian Dr.Emoto menunjukkan pengaruh suatu kata yang dibacakan ke air yang ditandai dengan bentuk kristal yang dihasilkan. Hasilnya sbb:
a. Kata "arigato" → kristal segi enam yang indah.
b. Kata "setan" → kristal berbentuk buruk.
c. Diperdengarkan musik heavy metal → kristal hancur.
d. Diputarkan simfoni Mozart → kristal berbentuk bunga.
e. 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" 1→ kristal mengembang bercabang-cabang dengan indahnya.
f. Dibacakan doa Islam → terbentuk kristal segienam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.
Kesimpulannya, air bersifat bisa merekam pesan (Sumber: buku Super Health - dr.Egha Zainur.R hal 24-25).
Berhubung tubuh kita 70% terdiri dari cairan, maka ketika kita mengatakan positive selftalk maka cairan di tubuh kita akan merekam pesan positif dan selanjutnya memberi energi positif juga kepada sel dan organ tubuh kita. Sel di tubuh kita akan menerimanya sebagai pesan dan perintah untuk terus melakukan regenerasi sel-sel dalam tubuh kita sehingga kitapun sehat. Ini sekedar opini saya, saya mohon maaf jika ada kekeliruan, wallahu a'lam.
Tapi yang pasti, apa yang kita ucapkan akan menimbulkan vibrasi bagi diri kita maupun alam dan lingkungan sekitar kita dan kita akan mendapatkan feedback sesuai dengan apa yang kita ucapkan, ya ini seperti 2 garpu tala yang digetarkan. Jika yang kita ucapkan adalah kalimat-kalimat positif, maka energi positif lah yang kita terima, begitu pula sebaiknya. Jadi yuk mari latih diri kita untuk mengucapkan kata & kalimat positif baik ketika berkomunikasi dengan diri sendiri (selftalk) maupun ketika berkomunikasi dengan oranglain.
Latih diri untuk ucapkan positive selftalk.
#13Feb2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar