Pages - Menu

▼

Sabtu, 25 Februari 2017

KomunikasiProduktif15: «««Bahasa Kasihmu adalah..... »»»

Beberapa waktu belakangan ini, adik saja agak bergejolak dan sayapun sukses jadi bingung dibuatnya. Saya merasa belum mampu menyentuh hatinya. Sebisa mungkin saya memperbaiki komunikasi diantara kami agar saya bisa dekat dengan adik karena selama ini kami memang kurang dekat.
Akhirnya saya meminta saran kepada salah seorang Bunda dan Jazakillah beliau memberikan saran kepada saya untuk mempelajari 5 Bahasa Kasih. Memang benar saya rasa ketika kita mendidik anak, sesungguhnya kita sedang mendidik diri kita juga. Saya mempelajari Bahasa Kasih dan berusaha menemukan Bahasa Kasih diri saya terlebih dahulu sebelum saya menemukan Bahasa Kasih adik saya (penjelasan tentang 5 Bahasa Kasih dan hasil bahasa kasih saya, saya tulis disini).
Selama ini saya amati, Dek Akbar baru buka suara kalau rumah kami sepi dan sore ini kami hanya tinggal berdua di rumah. sayapun membuka pembicaraan dan Dek Akbar akhirnya mau berbagi cerita dengan saya. saya fokus mendengarkan, belajar memahami apa yang Dek Akbar rasakan. Alhamdulillah Dek Akbar mulai bersedia mengekspresikan perasaannya. Sore ini saya mencoba memberikan "Quality Time" sebagai bahasa kasih Dek kabar. Semoga hal ini terus berlanjut. Dan sayapun akan melanjutkan pengamatan saya tentang tipe Bahasa Kasih adik saya.
Alhamdulillah pula malam ini ketika saya mencari info lebih lanjut tentang Bahasa Kasih, saya menemukan sebuah kuis online yang InsyaAllah dapat membantu saya menemukan Bahasa Kasih Dek Akbar agar saya dapat mengisi tangki emosional Dek Akbar.
Untuk meningkatkan kualitas hubungan saya dan Dek Akbar, maka sangat penting bagi saya untuk mempelajari bahasa kasih Dek Akbar.
"Banyak kenakalan anak yang dimotivasi oleh kebutuhan amat sangat untuk memenuhi tangki kasih yg kosong (Dr.RossCampbell)."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar