Pages - Menu

▼

Selasa, 21 Februari 2017

KomunikasiProduktif2: ※Speak Slower※

Mungkin hanya sebagian orang yang punya kebiasaan berbicara cepat dan saya adalah salah satunya. Efeknya? Banyak yang gak paham sama apa yang saya ucapkan sehingga gak jarang pesan yang saya sampaikan tidak bisa sampai ke orang lain (tepuk jidat). Enakkah punya kebiasaan bicara cepat? Nggak banget. Sering saya malu sendiri karena lawan bicara saya gak mudheng sama apa yang saya ucapkan jadinya garing deh, gak jarang juga ada yang bilang ke saya "bicaramu itu lhoo gak ada titik komanya, kayak kereta api" (tutupin muka pake bantal dech).

Berhubung sekarang saya sedang latihan berkomunikasi secara produktif, jadi challenge saya hari ini adalah "SPEAK SLOWER". Ya, MULAI hari ini saya latihan berbicara lebih pelan (Ingat, salah satu tujuan komunikasi itu agar pesan bisa diterima).
Caranya?
1. Empati. Saya ngerasain sendiri gimana rasanya berkomunikasi dengan orang yang bicaranya secepat angin ribut. Babar blast gak mudheng. Otak saya baru loading, ech dia nya udah selesai bicara. Pas ditanya, saya cuma bisa cengar-cengir, senyum sambil pasang muka innocent krn gak tahu apa pesan yang dia sampaikan. Dan mungkin demikian juga yang orang lain rasakan saat bicara dengan saya.
2. Tarik nafas. Berbicara setenang mungkin. Karena kalau saya udah gugup, jant saya ngeciwis aja kayak gak ada rem nya.
3. Latihan artikulasi. Yang ini saya tertantang banget untuk mempraktekkan nya. Menarik banget dech belajar artikulasi yang jelas, apalagi buat orang seperti saya yang artikulasinya masih amburadul. Ketahuan dech kalau selama ini gak belajar artikulasi.("R" sama "L" aja kadang masih sama, xixixi)
4. Nah, ini nih yang paling menantang dan paling menarik buat saya yaitu MEMPERLAMBAT NADA BICARA saya. Ya, saya harus mengatur tempo dan jeda.

Gimana sensasinya belajar bicara lebih pelan? Hahaha jangan ditanya, ibarat orang yg biasa makan tanpa dikunyah terus belajar makan pelan, menikmati makanan, dirasakan pedas, manis dan gurihnya. Saya yang biasa bicara secepat kilat lantas mulai seharian tadi belajar mengatur tempo, merasapi apa yang saya katakan. Rasanya? Nano-nano, grogi, gugup, jadi kayak kaku bicaranya, saya aja sampai geli sendiri. Beberapa kali saya keceplosan "speak too fast" yang bikin saya tepuk jidat sendiri.

But, saya tetap semangat dan bahagia. Goal saya? Harus bisa bicara dengan tempo yang pas agar orang lain paham apa yang saya ucapkan sehingga pesan saya dapat diterima, itulah komunikasi produktif.

Mulai hari ini salah satu agenda saya adalah "Latihan Bicara", hehehe segede gini masih latihan bicara, kayak anak balita aja ya. Ya, it's doesn't matter daripada saya gak nyaman sama kebiasaan saya yang satu ini, "speak too fast". Hasilnya? InsyaAllah nanti bisa teman-teman nilai 3 bulan lagi ya, semoga saja 3 bulan lagi tempo bicara saya sudah lebih pelan dan saya usahakan semoga sudah "pas". Aamiin.

Hey my self, speak slowly and clearly, please...


#25Jan2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar