Siang tadi saya berdiskusi dengan salah seorang teman saya tentang rencana kami berkunjung ke salah satu dataran tinggi di Jawa Tengah. Bagi saya yang seorang analis, perencanaan menjadi sesuatu yang penting bagi saya (harus terencana ya, kalau tanpa direncana thu rasanya seperti ada yang kurang, hehehe. Kecuali kalau saat urgent ya
:) ). Dan diskusi merupakan hal yang saya sukai, namun sayangnya saya suka menyela pembicaraan (maaf ya bagi yang ndongkol karena saya potong pembicaraannya, jangan marah ya ntar jadi cepet tua lhoo, hehehe). Ketika lawan bicara sedang asyik menjelaskan sesuatu namun itu berbeda dengan pandangan saya, secara spontan saya langsung menyampaikan persepsi saya. Maka pada diskusi tadi saya berusaha lebih banyak mendengarkan dan berusaha menahan gejolak saya untuk menyampaikan pendapat saya selama teman saya belum selesai menyampaikan pendapatnya.
Rasanya bener-bener gatel. Bibir saya rasanya ingin nyrocos aja (mungkin udah dari sananya saya cerewet kali ya, harap maklum deh kalau gitu)
Rasanya bener-bener gatel. Bibir saya rasanya ingin nyrocos aja (mungkin udah dari sananya saya cerewet kali ya, harap maklum deh kalau gitu)
Meskipun tadi saya beberapa kali kecolongan, spontan memotong pembicaraan namun Alhamdulillah intensitasnya sudah menurun, tidak sebanyak sebelum-sebelumnya. Dan akhirnya disepakati bahwa rencana kunjungan kami ditunda sampai kondisi kesehatan saya benar-benar fit.
Mulai hari ini saya belajar untuk lebih banyak mendengarkan ketimbang buru-buru menyampaikan pandangan saya agar saya mendapatkan informasi secara utuh dari lawan bicara saya & saya tidak berkurung oleh asumsi saya.
Belajar jadi pendengar yang baik niyeee
;)
#28Jan2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar