30 Menit Sebelum Makan
Hari ini saya masih melanjutkan point yang saya praktekkan kemarin namun ada penambahannya. Diantaranya saya belajar untuk tidak sandaran ketika makan dan mencoba konsisten mengunyah 25 kali setiap suapnya (dari target min.30 kali). Otomatis ketika setiap suapan saya kunyah 25 kali, tempo makan saya pun semakin lambat,paling tidak saya butuh 15 menit untuk menghabiskan 1 porsi makanan. Selain itu, ada point yang benar-benar membuat saya tertantang untuk mempraktekkannya yaitu saya belajar untuk minum paling tidak 30 menit sebelum makan. Kenapa 30 menit sebelum makan? Menurut Prof.Hiromi Shinya (Penulis Buku Miracle of Enzyme) hal tersebut agar air sudah sempat diserap oleh usus lebih dulu. Selain itu hari ini saya juga belajar untuk tidak langsung minum setelah makan. Mengapa? Agar makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna.
Ada hal menarik yang saya temukan pada kesempatan praktek hari ini yaitu ternyata ada korelasi antara minum 30 menit sebelum makan, setiap suapan dikunyah 30 kali serta tidak langsung minum setelah makan. Selama ini saya selalu minum sebelum makan dan langsung minum setelah selesai makan, kenapa? Karena seringkali makanan saya seret saat masuk ke tenggorokan. Tetapi berbeda dengan hari ini. Saya minum 30 menit sebelum makan. Kemudian saya mencoba mengunyah 25 kali setiap suapnya untuk hari ini, Alhamdulillah dengan mengunyah 25 kali saya tidak merasa seret lagi. MasyaAllah baru saya sadari bahwa seret yang selama ini saya alami merupakan indikasi bahwa makanan belum saya kunyah dengan baik sehingga makanan tidak tercampur dengan enzim amilase di mulut saya secara sempurna, inilah yang menyebabkan seret ketika makan. Setelah makan pun saya menahan diri saya untuk langsung minum, sehingga saya merasa produksi air liur saya pun meningkat (dimana dalam air liur itu terkandung enzim amilase). Oh ya,untuk mengunyah makanan 30 kali setiap suapnya, ada konsekuensinya lhoo, yaitu waktu makan kita jadi lebih lama. Tapi menurut saya tidak masalah jika waktu makan kita menjadi lebih lama, bukankah seperti itulah fitrah makan kita?
Kenapa saya bilang sebagai fitrah? Karena saya teringat cara makan anak-anak. Bukankah anak-anak lah yang biasanya fitrahnya masih suci? Anak-anak biasanya mengunyah makanan mereka sampai entah berapa kali kunyahan hingga untuk menelan satu suapan saja rasaya lama, tapi meskipun anak-anak itu makannya lama tapi jarang lhoo yang seret hingga minta minum di tengah makan atau ketika mereka selesai makan. Justru terkadang orang dewasa lah yang merasa tidak sabar dengan lamanya mereka makan sehingga bilang "ngunyahnya cepat dong" atau "ini minum biar gak seret". Padahal dengan minum air ketika atau setelah makan, makanan tidak bercampur enzim dengan sempurna sehingga merasa seret bahkan makanan yang tidak bercampur enzim dengan sempurna akan memberatkan kerja lambung dan usus. Ya, anak-anak sudah terinstall fitrah cara makan sejak lahir, dimana fitrah itu mendukung organ pencernaan agar berfungsi dan bekerja dengan optimal.Namun terkadang orang dewasa lah yang merusak fitrah itu. Mereka lebih suka dengan sesuatu yang instan dan cepat. Hingga makan pun harus digegas.
Semoga Allah memampukan saya untuk mengembalikan dan merawat fitrah cara makan saya sebagai ikhtiar saya dalam merawat seperangkat organ yang MasyaAllah sudah Allah anugerahkan pada saya. Ketika saya mampu makan sesuai dengan fitrah saya, saya berharap kelak saya menjadi orang tua yang mampu menjaga cara makan anak-anak saya sesuai dengan fitrah yang sudah Allah berikan. Aamiin.
Point yang dipraktekkan hari ini:
☑ Point Table Manner (1st day)
☑ Tidak makan dengan bersandar
☑ Minum 30 menit sebelum makan
☑ Tidak langsung minum setelah makan
#hari2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
0 komentar:
Posting Komentar