Pages - Menu

▼

Sabtu, 25 Februari 2017

My Love Languanges

Mengapa orang tua dan teman-teman saya sudah melakukan banyak hal terhadap saya namun tetap saja terkadang saya merasa kurang mendapatkan kasih sayang?
Saya seringkali merasa bingung dengan diri saya sendiri. Yang saya ketahui, mereka (orangtua dan sahabat-sahabat saya) sudah berjuang untuk menunjukkan cinta kasihnya pada saya tapi jiwa saya masih saja terasa kosong.Meski mereka mengatakan bahwa mereka mencintai saya tapi terkadang ekspresi cinta kasih mereka tidak dapat saya rasakan. Saya merasakan kurang kasih sayang.

Gary Chapman (dalam buku 5 Bahasa Kasih) mendefinisikan masalah kekurangan kasih ini dengan kosongnya "tangki emosional" . Kini saya baru tahu bahwa dalam diri setiap orang baik itu orangtua, anak, maupun pasangan terdapat tangki emosional yang perlu diisi dengan kasih sayang. Uniknya, tangki kasih seseorang berbeda dengan tangki kasih orang lain. Artinya, cara kita mengisi tangki kasih orang lain (orangtua, sahabat, pasangan ) berbeda dengan cara mereka mengisi tangki kasih kita. Apa yang membuat kita merasa dicintai, itulah bahan bakar tangki kasih kita. Dan cara untuk mengisi tangki kasih adalah dengan berbicara dalam bahasa kasihnya.  Ketika tangki kasih kita sedang rendah atau bahkan kosong, kita tidak punya perasaan mencintai pasangan dan juga tidak akan merasa dicintai.




Mayoritas pelanggaran diantara para remaja, banyaknya remaja yang melanggar aturan, ,mengutarakan emosi atau mencari kasih di tempat yang tidak layak, semua itu berakar pada tangki kasih yang kosong. Bukan selalu karena orangtua tidak menyayangi/memperhatikannya, melainkan karena orangtua tidak berbicara dalam bahasa kasih yang dimengerti si anak, karena ketulusan saja tidaklah cukup. Banyak kenakalan anak yang dimotivasi oleh kebutuhan amat sangat untuk memenuhi tangki kasih yg kosong (Dr.RossCampbell).

Begitu juga dengan tingginya angka kerentanan dalam rumah tangga bahkan perceraian menunjukkan bahwa banyak pasangan telah hidup dalam tangki kasih yang kosong. Akar masalahnya adalah mereka tidak memahami bahasa kasih pasangannya. Sehingga mereka bersikeras menggunakan cara mereka sendiri dalam mencintai pasangannya, bukan dengan cara yang diinginkan oleh pasangannya. Akibatnya mereka merasa tidak dicintai oleh pasangannya, mereka sudah terlalu banyak memberi namun tidak menerima balasannya. Contoh study kasusnya bisa diklik disini. Pada saat orang jatuh cinta, untuk sementara waktu kebutuhan emosionalnya akan cinta terpenuhi,
namun "pengalaman jatuh cinta " berbeda dengan "kebutuhan emosional" & ada saatnya ia berakhir (rata-rata 2 tahun setelah menikah). Pada saat fase jatuh cinta ini berakhir, perjalanan cinta sesungguhnya dari sebuah rumah tangga baru dimulai. Kita dipaksa untuk memahami pasangan untuk bisa memenuhi kebutuhan emosionalnya sesuai dengan bahasa kasihnya. Cinta emosional bisa ditumbuhkan kembali dalam suatu pernikahan,kuncinya adalah mempelajari bahasa kasih yang utama pasangan anda & memilih untuk berbicara dengan bahasa tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan atau anak-anak kita, maka sangat penting bagi kita untuk mempelajari bahasa kasih pasangan dan anak-anak kita.




Ragam bahasa kasih ada 5 sehingga sering disebut dengan 5 Bahasa Kasih (5 Love Languanges), yaitu:
1. Waktu berkualitas, dapat berupa:              ☆Percakapan yang mengesankan
                                                         ☆Aktivitas yang mengesankan
2. Sentuhan fisik
3. Tindakan melayani
4. Pemberian hadiah
5. Kata-kata pujian

Ada berbagai cara untuk menemukan bahasa kasih yang utama bagi kita. Untuk saya pribadi, saya menggunakan kuis 5 Bahasa Kasih baik secara online ataupun offline. Untuk kuis 5 Bahasa Kasih secara online dapat klik disini (5 Bahasa Kasih untuk Remaja usia 13-18 tahun) atau disini (5 Bahasa Kasih untuk Pasangan / usia 18 tahun keatas). Nah, untuk yang kuis offline, bisa dilihat disini. Dan seseorang bisa memiliki bahasa kasih ganda.

Pada tes online yang link saya sertakan tadi,hasilnya akan tampak satu bahasa kasih kita yang paling dominan. Seperti halnya hasil milik saya, ternyata bahasa kasih saya yang paling dominan adalah Quality Time (Waktu Berkualitas) 


Sebelumnya, saya juga sudah mengisi kuis Bahasa Kasih yang offline, hasilnya adalah sebagi berikut:
Hasil kuis Bahasa Kasih secara offline lebih detail sehingga kita bisa membuat urutan Bahasa Kasih kita.
Hasilnya, saya punya 3 jenis Bahasa Kasih yang dominan, tapi yang paling dominan yakni Quality Time, uyee sama dengan hasil kuis online. Oh ya, Hadiah bukanlah tipe Bahasa Kasih saya. Padahal awalnya saya berpikir bahwa cara menunjukkan cinta kasih ke perempuan itu identik dengan pemberian hadiah, namun setelah mengisi kuis tersebut saya sadar bahwa tidak semua wanita akan merasa dicintai dengan dilimpahi banyak hadiah. Pantas saja meski diberi banyak hadiah, tapi saya merasa belum sepenuhnya dicintai karena ternyata Bahasa Kasih saya adalah melakukan percakapan atau aktivitas yang mengesankan. Kebersamaan dan perhatian penuh adalah sesuatu yang sangat berharga bagi saya. "Bagi orang-orang dengan tipe bahasa Quality Time, hal paling penting yang dapat mereka berikan adalah perhatian penuh (undivided attention). Mereka senang meluangkan waktu bersama orang-orang yang dicintai, untuk mendengar dengan tulus, serius, dan fokus tentang kisah hidup mereka. Jelas sekali bahwa orang-orang ini adalah pendengar yang baik, cocok dijadikan partner bagi mereka yang suka curhat ☺". (cie katanya cocok dijadikan partner buat curhat, ehem-ehem). Saat saya berbicara, saya selalu membutuhkan intensity of eye contact dan saya ingin lawan bicara saya dapat memahami perasaan saya, fokus pada simpati bukan nasehat/solusi serta jangan menyela pembicaraan saya. Yupz, that's my self.

Alhamdulillah betapa bahagianya saya, dengan semakin menemukan diri saya yang sesungguhnya, saya makin memahami seperti apa diri saya. Harapannya, saya tidak hanya menuntut oranglain untuk mengerti saya, namun saya juga dapat mengemukakan apa yang saya inginkan dan saya butuhkan.

#Catatan di sudut malam
#5 Bahasa Kasih - Gary Chapman
#Self Discovery
#Menemukan diri sendiri



Sumber:
*Resume Buku 5 Bahasa Kasih yang ditulis oleh Bunda UmiSalihah19112016
*Berbagai artikel tentang 5 Bahasa Kasih
*Pengalaman dan opini pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar