Pages - Menu

▼

Minggu, 26 Maret 2017

1. 3 Family Project 2nd Day

Di hari kedua, saya masih menggali penyebab kemerosotan nilai mid adik saya karena kali ini kemerosotannya benar-benar drastis. Pasti ada sesuatu yang cukup ekstrim juga yang terjadi. Saya mencuri-curi kesempatan untuk ngobrol dengan Dek Akbar, pastinya dengan diselingi dengan candaan ya karena Dek Akbar memang tipe orang yang humoris. Oh ya, Dek Akbar juga belum terlalu berani menyatakan pendapatnya jadi saya masih melontarkan analisa-analisa saya ke Dek Akbar sampai saya menemukan jawaban yang "klik" dari Dek Akbar.
Dari sekian banyak analisa yang saya katakan ke Dek Akbar, saya belum juga mendapatkan jawaban yang saya harapkan. Saya masih terus  belajar membaca bahasa tubuh Dek Akbar. Sampai suatu ketika saya bilang ke Dek Akbar:
"Sepertinya Dek Akbar seperti ini karena masalah Bunda ya?" (raut muka Dek Akbar langsung berubah)
"Ya gitu deh, entahlah apa yang Dek Akbar rasakan" (mungkinkah Dek Akbar belum mampu mengenali emosinya?)
"Dek Akbar kecewa?"
"Sedikit"
"Dek Akbar marah?"
"Nggak juga"
"Dek Akbar geram, jengkel?"
"Nah, itu dia".

Niat hati ingin melanjutkan diskusi tentang jalan keluarnya, tapi situasi tidak memungkinkan. InsyaAllah akan jadi next agenda.

Hal yang saya pelajari :
★Ketiadaan forum keluarga (di masa lalu pada keluarga saya) membuat saya dan juga Dek Akbar segan untuk berbagi cerita kepada orangtua maupun kepada saudara karena bounding diantara kami kurang kuat.
★Ketiadaan kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat (maaf, orangtua cenderung otoriter) membuat adek tidak PD untuk menyatakan pendapatnya, bahkan terkadang anak pun takut untuk berkonfrontasi. Anak menjadi kurang mempercayai dirinya sendiri dan kurang percaya pada kekuatan dalam dirinya.

Langkah perbaikan : mendekati Dek Akbar, mengajaknya ngobrol dan saya juga masih belajar mempelajari bahasa kasihnya.

#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar