Pagi ini saya kembali ke "sangkar" untuk menunaikan rutinitas lagi. KRL menjadi moda transportasi pilihan saya karena cukup cepat, tanpa banyak hambatan dan yang pasti ramah di kantong bagi pemudi kosan seperti saya, hehehe. Sesampainya di stasiun Duri, saya perlu naik angkutan lagi untuk mencapai rumah kos dan saya pilih ojek online. Pada aplikasi A tertera harga Rp 14.000, itu artinya 2x lipat dibanding harga naik ojek online di sore hari yg biasanya bertarif antara Rp 7.000 sampai Rp 9.000. Kurang puas dengan tarif yang ada, sayapun mengecek tarif di aplikasi sebelah (berharap tarifnya lebih murah gitu, hehe). Ternyata di aplikasi B, dikenakan tarif 15.000 untuk rute yang sama, beda Rp 1.000 aja euy. Setelah menimbang-nimbang dan memperhitungkan dengan seksama, saya memilih untuk menggunakan aplikasi A, karena pada platform aplikasi A terdapat fitur chat yang bisa menghemat pulsa saya karena saya tidak perlu SMS. Ditambah lagi, driver pengemudi dari aplikasi A lebih banyak berada di sekitar stasiun Duri sehingga dapat menghemat waktu penjemputan saya. Bagi saya, mahal-murah bukan sekedar tentang nominal yang tertera, bagi saya mahal atau murah adalah tentang seberapa bermanfaatnya barang atau jasa tersebut.
#Day5
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar