Waktu menunjukkan pukul 23.30 ketika tadi malam saya pergi ke dapur untuk mengambil minum. Dan ternyata adik saya yang duduk di bangku kelas 2 SMP belum tidur, dia masih asyik dengan telepon pintarnya. Tak pelak itu bikin saya kesal. Saya atur nafas, atur intonasi & memperhatikan adik saya. Yang diperhatikan pun sepertinya menyadari keberadaan saya.
(Dengan raut muka yang tegas namun tetap saya usahakan dengan suara yang ramah, meskipun dalam hati kesal banget
>:O saya rendahkan posisi saya dan saya tatap mata adik saya )
"Besok Dek Akbar sekolah gak?"
"Sekolah Mbak"
"Berangkat jam berapa?"
"Seperti biasa, 7.30"
"Sekarang udah ngantuk belum?"
"(Diam)"
"Mbak minta tolong ya Dek Akbar hargai waktu Dek Akbar. Besok bangun awal untuk sholat Subuh (berikan senyum termanis
:-) , cie elah)"
"Iya Mbak"
(Dengan raut muka yang tegas namun tetap saya usahakan dengan suara yang ramah, meskipun dalam hati kesal banget
"Besok Dek Akbar sekolah gak?"
"Sekolah Mbak"
"Berangkat jam berapa?"
"Seperti biasa, 7.30"
"Sekarang udah ngantuk belum?"
"(Diam)"
"Mbak minta tolong ya Dek Akbar hargai waktu Dek Akbar. Besok bangun awal untuk sholat Subuh (berikan senyum termanis
"Iya Mbak"
Setelah mengambil minum, saya kembali ke kamar saya. 30 menit kemudian saya cek ke kamar adik saya & Alhamdulillah Dek Akbar sudah terlelap.
Marah adalah sesuatu yang wajar namun menurut saya marah bukan berarti teriakan, merusak sesuatu (cth: membanting pintu) atau bahkan bermain tangan. Seperti yang terjadi tadi malam, saya marah karena jam segitu adik saya belum tidur, saya khawatir dia telat menjalankan sholat Subuhnya namun sebisa mungkin saya mengendalikan diri saya untuk tidak teriak apalagi mengomel & saya sedang menghindari untuk memerintah, saya berusaha untuk memberikan pilihan pada adik saya agar dia belajar untuk berpikir, memilih dan mengambil keputusan meskipun hal itu belum dapat saya lakukan dengan baik. Seringkali saya kalah oleh amarah sehingga komunikasi saya tidak terkendali.
Never stop learning. Insyaallah.
#1Feb2017
0 komentar:
Posting Komentar