Rabu, 21 Juni 2017

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (7th Day): Sedikit Asal Istiqomah

Posted by Hidayatun Sholihah on Rabu, Juni 21, 2017 with No comments
Di hari ketujuh ini, saya tergoda untuk menunda melahap buku yang sebelumnya saya baca, yakni tentang Metode KonMari. Maka sebagai penawarnya, saya memilih untuk membaca ulang halaman yang sudah saya baca untuk meningkatkan pemahaman saya akan ilmu yang sudah saya baca. Disini saya belajar tentang perjuangan untuk istiqomah dan manisnya buah atas keistiqomahan.
Terkadang perlu memaksa diri untuk berbuat dan bertindak daripada terlena terdiam dan stag di titik yang sama, tiada perubahan, enggan berhijrah.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari7
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Selasa, 20 Juni 2017

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (6th Day): Hasil Usaha Harus Memberikan Efek

Posted by Hidayatun Sholihah on Selasa, Juni 20, 2017 with No comments
Di hari ke-6 ini saya masih melanjutkan membaca buku "The Life Changing, Magic of Tidying Up". Dan asupan yang saya cerna masih seputar "memperbaiki mindset saya" karena sejauh yang saya ketahui, saya tidak bisa mengubah kebiasaan jika cara berpikir saya belum berubah. Hari ini saya mendapat suntikan mindset baru, what's it it? And then here is it....
Selama ini, serajin-rajinnya saya tapi seringkali kamar atau barang yang sudah saya rapikan, biasanya akan amburadul kembali. Kerapian itu tidak bertahan lama, nggak awet gitu, hehehe. Dan ternyata akar masalahnya adalah hasil usaha saya dalam berbenah tidak serta-merta kelihatan atau memberikan efek. Oleh karena itu, supaya bisa mempertahankan kerapian, penting bahwa hasil kerja keras saya dalam berbenah langsung kelihatan.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari6
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Senin, 19 Juni 2017

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (5th Day): Can I?

Posted by Hidayatun Sholihah on Senin, Juni 19, 2017 with No comments
Membaca buku Marie Kondo tentang Seni Berbenah yang dikenal dengan Metode Konmari, saya serasa tertampar dengan salah satu kesimpulan Marie Kondo yang menyatakan bahwa "Dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis. Kehidupan kita niscaya mengalami transformasi besar-besar". Terdengar sangat mengagumkan, tetapi apakah itu semua benar? Bagaimana korelasi antara menata ulang rumah terhadap perspektif saya? I find something new. Itu membuat saya penasaran dan semakin tertarik untuk mengetahui isi dari halaman-halaman berikutnya.
Ada satu pertanyaan mendasar yang menggelitik hati saya, yakni "Mengapa saya belum pandai berbenah?" dan saya menemukan jawabannya pada bagian pendahuluan terpatnya pada halaman xvii. Dan akar masalah utama saya adalah pada perspektif saya yang masih memegang prinsip-prinsip yang keliru seputar kegiatan berbenah, contohnya "Pada dasarnya saya memang yang berantakan," "Saya tidak bisa" atau "Saya tidak punya waktu". Hmzzzz saya jadi teringat pada materi BunSay level 1 yakni tentang Komunikasi Produktif yang salah satunya membahas tentang Komunikasi Pada Diri Sendiri dan salah satu komponen dari komunikasi dengan diri sendiri yakni Positive SelfTalk. Apa yang kita ucapkan akan mempengaruhi cara perpikir kita dan apa yang kita pikirkan akan memperngaruhi otak dalam memberi perintah kepada anggota badan kita untuk melakukan suatu tindakan (bertindak).
Oke, sekarang saatnya saya memperbaiki mindset saya tentang Berbenah dengan membiasakan Positive Selftalk tentang Berbenah.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari5
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (4th Day): Terpana oleh Keajaiban Berbenah

Posted by Hidayatun Sholihah on Senin, Juni 19, 2017 with No comments
"Berbenah" merupakan menu wajib dalam keseharian saya. Mengimpikan ruangan nan rapi itulah harapan saya. Tetapi tantangannya, meski sudah berbenah --bahkan hampir tiap hari-- tapi kenyataannya saya tbelum mampu mempertahankan kerapian ruangan saya untuk waktu yang relatif lama. Tak hanya itu, tak jarang saya merasa banyak waktu  saya tersita untuk rutinitas yang 1 ini, niatnya hanya membenahi rauangan A tapi nyatanya merembet ke ruangan-ruangan yang lain. Setelah meluangkan banyak waktu untuk beberes ini dan itu lantas melihat ruangan yang tertata rapi, pikiran saya terasa fresh, beban di hati saya pun seketika menghilang. Yang saya rasakan adalah begitu nyaman, begitu ringan, pikiran terasa fresh dan sayapun optimis menjalankan visi-visi hidup saya. Oke, itu pemandangan hari H setelah berbenah tapi apa daya, 3 hari kemudian biasanya ruangan saya berubah menjadi kapal pecah lagi, pikirin awut-awutan lagi dan dada pun terasa sesak sekali (oh nooooooo). Berbenah ⇨ rapi untuk waktu yang relatif singkat ⇨ menjadi kapal pecah lagi. Ya begitu terus siklusnya, and it maked me bored. Karena itu, amunisi kali ini adalah sebuah buku yang ditulis oleh Marie Kondo yang berjudul "The Life-Changing, Magic of Tidying Up". Meski baru beberapa halaman yang sya baca, tapi ada beberapa mindset baru yang saya dapatkan, diantaranya bahwa dengan berbenah, berubah pulalah cara pikir dan pendekatan seseorang terhadap hidup. Dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita.
Let's open our mind about Tidying Up.

 #GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari4
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 16 Juni 2017

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (3rd Day): My Reading My Adventure

Posted by Hidayatun Sholihah on Jumat, Juni 16, 2017 with No comments

Membaca merupakan salah satu cara terasyik bagi saya untuk berpetualang. Baik berpetualangan dalam mindset yang baru, pengetahuan baru maupun penjelajahan tempat-tempat baru --yang seringkali saya temui ketika saya membaca buku tentang traveling ataupun novel-- yang seketika membuat pikiran saya melalang untuk memfilter, menyerap dan menimbang apakah informasi yang saya dapat revelan atau kah tidak dengan value hidup saya dimana nilai-nilai yang revelan dengan value hidup saya maka akan saya terapkan dalam hidup saya.
Bagi saya bahan bacaan dapat berupa apasaja, tidak harus saklek pada buku. Artikel di lini masa pun bisa menjadi camilan bergizi bagi saya, yang pasti harus dicek dulu apakah topik yang akan saya baca sesuai dengan milestone belajar saya ataukah tidak. Seperti halnya pagi ini, saya menemukan camilan super bergizi di pagi hari setelah ba'da subuh, karena bagi saya pagi hari dan saat bangun dari tidur siang adalah waktu yang sesuai untuk membaca karena disaat-saat seperti itu pikiran saya masih fresh dan tangki informasi di otak saya pun cenderung kosong, hehehe.
And this is this articel:


Artikel ini menyadarkan saya akan fitrah saya sebagai seorang wanita. Point yang saya garis bawahi dengan cara pandang saya sebagai perempuan yakni:
⋆Senantiasa Hidup sebagai Anggota Keluarga⋆Wanita Hidupnya berpusat di sekitar Kelahiran
⋆Keluarga adalah tempat hidup Wanita
Inilah saatnya saya membuka mata hati saya dan membenahi mindset saya tentang perempuan dan keluarga ☺
Be better self, bride to be

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari3
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

1.5 Menstimulasi Anak Gemar Membaca (2nd Day): Kupu-Kupu Literasi

Posted by Hidayatun Sholihah on Jumat, Juni 16, 2017 with No comments
Kupu-Kupu Literasi
Di hari kedua ini, saya membuat Kupu-Kupu Literasi. Mengapa saya memilih kupu-kupu sebagai simbolik nya? Termotivasi dari metamorfosis ulat hingga menjadi kupu-kupu, besar harapan saya bahwa kegemaran saya membaca mampu menjadi jalan ikhtiar saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan mengamalkan apa yang sudah saya baca. Selain itu termotivasi dengan keindahan dan peran kupu-kupu kepada bunga yang mampu menebar semangat, kebahagiaan serta energi positif bagi lingkungannya, maka saya pun sedikit demi sedikit membagikan pengetahuan serta pengalaman yang saya punya kepada orang-orang di sekitar saya agar saya mampu tumbuh bersama orang-orang di sekliling saya serta mencoba agar pengetahuan saya yang hanya seujung kuku ini mampu bermanfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar saya. Ilmu yang saya punya pun semoga mampu menjadi  wasilah bagi saya agar menjadi pribadi yang tidak hanya mempunyai sikap spiritual, namun yang jauh lebih penting semoga ilmu yang saya dapat semoga saya pun cerdas spiritual dengan pertolongan dan petunjuk dari Allah tentunya. Biidznillah fa InsyaAllah.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari2
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 15 Juni 2017

1.5 Menstimulasi Anak Suka Membaca (1st Day): Sumbu Cinta Literasi

Posted by Hidayatun Sholihah on Kamis, Juni 15, 2017 with No comments
Challenge pada level 5 kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Di bulan ini para umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan. Kajian agama pun jadi "menu favorit" di bulan suci ini. Dan salah satu materi yang sering dikaji adalah tentang ayat Al-Qur'an yang pertama kali turun yakni Surat Al-Alaq yang didahului dengan perintah IQRA' yang berarti Bacalah.
Bagi saya, membaca merupakan sebuah kebutuhan ruhaniyah,, salah satu cara yang cukup manjur ketika saya gundah maupun sedih. Namun meski begitu, saya seorang yang belum bisa konsisten untuk membaca. Dan rencana di hari pertama yakni membuat pohon literasi InsyaAllah akan menjadi sumbu yang akan menyulut semangat dan kesukaan saya untuk membaca.
Qodarullah karena kondisi fisik yang drop maka malam ini saya membuat plan warna dan kreasi pohon literasi yang InsyaAllah akan saya buat esok pagi. Dan tak lupa saya pun menyiapkan buku yang akan saya lahap untuk menjalankan milestone belajar saya. Biidznillah fa InsyaAllah.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari1
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst