"Berbenah" merupakan menu wajib dalam keseharian saya. Mengimpikan ruangan nan rapi itulah harapan saya. Tetapi tantangannya, meski sudah berbenah --bahkan hampir tiap hari-- tapi kenyataannya saya tbelum mampu mempertahankan kerapian ruangan saya untuk waktu yang relatif lama. Tak hanya itu, tak jarang saya merasa banyak waktu saya tersita untuk rutinitas yang 1 ini, niatnya hanya membenahi rauangan A tapi nyatanya merembet ke ruangan-ruangan yang lain. Setelah meluangkan banyak waktu untuk beberes ini dan itu lantas melihat ruangan yang tertata rapi, pikiran saya terasa fresh, beban di hati saya pun seketika menghilang. Yang saya rasakan adalah begitu nyaman, begitu ringan, pikiran terasa fresh dan sayapun optimis menjalankan visi-visi hidup saya. Oke, itu pemandangan hari H setelah berbenah tapi apa daya, 3 hari kemudian biasanya ruangan saya berubah menjadi kapal pecah lagi, pikirin awut-awutan lagi dan dada pun terasa sesak sekali (oh nooooooo). Berbenah ⇨ rapi untuk waktu yang relatif singkat ⇨ menjadi kapal pecah lagi. Ya begitu terus siklusnya, and it maked me bored. Karena itu, amunisi kali ini adalah sebuah buku yang ditulis oleh Marie Kondo yang berjudul "The Life-Changing, Magic of Tidying Up". Meski baru beberapa halaman yang sya baca, tapi ada beberapa mindset baru yang saya dapatkan, diantaranya bahwa dengan berbenah, berubah pulalah cara pikir dan pendekatan seseorang terhadap hidup. Dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita.
Let's open our mind about Tidying Up.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#TantanganHari4
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
0 komentar:
Posting Komentar